A. Pengertian Kapasitor
D. Syombol
E.Cara Membaca Kapasitor
Misalnya dibadan ELCO tertera tulisan 10uF/16v berarti ELCO tersebut memiliki ukuran 10 mikro farad dan tegangan kerjanya maksimal 16v. Jika tegangan yang diberikan lebih besar dari tegangan kerja maka ELCO akan rusak. Sisi ELCO yang terdapat tanda panah menunjukkan kaki disisi tersebut adalah kaki negatif.
Misalnya di badan kapasitor tersebut tertera tulisan 103 artinya :
• Angka I : melambangkan angka
• Angka II : melambangkan angka
• Angka III : melambangkan jumlah nol & ukurannya dalam piko Farad.
Jadi nilai kapasitor tersebut adalah 10.000 pF = 10 nF = 0,01uF.
adalah komponen elektronika yang
dapat menyimpan muatan arus listrik di dalam medan listrik sampai batas
waktu tertentu dengan cara mengumpulkan ketidakseimbangan internal dari
muatan arus listrik. Kapasitor ditemukan pertama kali oleh Michael
Faraday (1791-1867). Satuan kapasitor disebut Farad (F). Satu Farad =
9×1011 cm2 yang artinya luas permukaan kepingan tersebut. Kapasitor
disebut juga kondensator. Kata “kondensator” pertama kali disebut oleh
Alessandro Volta seorang ilmuwan Italia pada tahun 1782 (dari bahasa
Italia “condensatore”), yaitu kemampuan alat untuk menyimpan suatu
muatan listrik.
Seperti halnya resistor, kapasitor juga tergolong ke dalam komponen
pasif elektronika. Adapun cara kerja kapasitor dalam sebuah rangkaian
elektronika adalah dengan cara mengalirkan arus listrik menuju
kapasitor. Apabila kapasitor sudah penuh terisi arus listrik, maka
kapasitor akan mengeluarkan muatannya dan kembali mengisi lagi. Begitu
seterusnya.
Kapasitor biasanya terbuat dari dua buah lempengan logamyang dipisahkan
oleh suatu bahan dielektrik. Bahan-bahan dielektrik yang umumnya dikenal
misalnya adalah ruang hampa udara, keramik, gelas, dan lain-lain. Jika
kedua ujung pelat metal diberi tegangan listrik, maka muatan-muatan
positif akan mengumpul pada ujung metal yang satu lagi. Muatan positif
tidak dapat mengalir menuju ujung kutub negatif, dan sebaliknya muatan
negatif tidak bisa menuju ke kutub positif, karena terpisah oleh bahan
dielektrik yang non-konduktif. Muatan elektrik ini tersimpan selama
tidak ada konduksi pada ujung-ujung kakinya.
B. Fungsi Kapasitor
- Sebagai kopling antara rangkaian yang satu dengan rangkaian yang lain (pada power supply).
- Sebagai filter/penyaring dalam rangkaian power supply.
- Sebagai frekuensi dalam rangkaian antena.
- Untuk menghemat daya listrik pada lampu neon.
- Menghilangkan bouncing (loncatan api) bila dipasang pada saklar
- Untuk menyimpan arus/tegangan listrik.
- Untuk arus DC berfungsi sebagai isolator/penahan arus listrik, sedangkan untuk arus AC berfungsi sebagai konduktor/melewatkan arus listrik.
- Perata tegangan DC pada pengubah AC to DC. Pembangkit gelombang AC atau oscilator, dan sebagainya.
- Kapasitor elektrolit (Elco)
Kapasitor
elektrolit pada umumnya dibuat dengan kapasitas yang besar dan
memiliki kehandalan yang tinggi serta awet dalam pemakaiannya.
Kapasitor jenis ini banyak dipergunakan dalam rangkaian catu daya (power supply).
Karakteristik utama adalah kapasitor ini memiliki perbedaan polaritas
pada kedua kakinya yaitu kutub positif (+) dan kutub negatif (-),
sehingga dalam pemasangannya juga harus diperhatikan karena bila salah
menempatkan kakinya terbalik antara positif dengan negatif atau
sebaliknya, maka kapasitor ini akan rusak dan bahkan bisa meledak. Untuk
membedakan polaritas kakinya biasanya terdapat garis putus-putus atau
strip pada bodi kapasitor, maka dapat dipastikan bahwa kaki yang berada
dibawah strip itu mempunyai polaritas negatif (-). Besarnya nilai
kapasitansi biasanya dituliskan dengan angka pada bodi transistor
tersebut.
- Kapasitor tantalum
Merupakan
jenis kapasitor elektrolit yang elektrodanya terbuat dari material
tantalum. Komponen ini memiliki polaritas, cara membedakannya dengan
mencari tanda + atau tanda lainya yang ada pada bodi kapasitor, tanda
ini menyatakan bahwa pin dibawahnya memiliki polaritas positif.
Diharapkan berhati – hati di dalam pemasangan komponen karena tidak
boleh terbalik. Karakteristik temperatur dan frekuensi lebih bagus
daripada kapasitor elektrolit yang terbuat dari bahan alumunium dan
kebanyakan digunakan untuk sistem yang menggunakan sinyal analog.
- Kapasitor Keramik
Pada
umumnya kapasitor keramik memiliki bentuk bermacam-macam seperti
bentuk tabung, pelat, segi empat, dan lain-lain. Dalam pemakaiannya,
kapasitor keramik cukup stabil dan sangat cocok dipakai untuk rangkaian
frekiuensi tinggi yaitu untuk melewatkan sinyal frekuensi tinggi ke
ground. Kapasitor jenis ini tidak memiliki polaritas, sehingga dalam
pemasangannya dapat dibolak-balik, dan umumnya hanya tersedia dengan
nilai kapasitansi yang sangat kecil. Namun yang perlu diingat bahwa
kapasitor ini mampu bekerja pada rate tegangan dari mulai yang paling
kecil sampai dengan batas 100 Volt. Nilai kapasitansinya biasanya
dituliskan dengan kode warna, namun ada kalanya menggunakan angga-angka
yang terdapat pada bodinya.
- Multilayer Ceramic Capacitor
Bahan
material untuk kapasitor ini sama dengan jenis kapasitor keramik,
bedanya terdapat pada jumlah lapisan yang menyusun dielektriknya. Pada
jenis ini dielektriknya disusun dengan banyak lapisan atau biasanya
disebut dengan layer dengan ketebalan 10 s/d 20 μm dan pelat
elektrodanya dibuat dari logam yang murni. Selain itu ukurannya kecil
dan memiliki karakteristik suhu yang lebih bagus daripada kapasitor
keramik. Biasanya jenis ini baik digunakan untuk melewatkan frekuensi
tinggi ke tanah.
- Polyester Film Capacitor
Dielektrik
dari kapasitor ini terbuat dari polyester film. Mempunyai arakteristik
suhu yang lebih bagus dari semua jenis kapasitor diatas. Dapat
digunakan untuk frekuensi tinggi. Biasanya jenis ini digunakan untuk
rangkaian yang menggunakan frekuensi tinggi, dan rangkaian analog.
Kapasitor ini biasanya disebut mylar dan mempunyai toleransi sebesar
±5% sampai ±10%.
- Polypropylene Capacitor
Kapasitor
ini memiliki nilai toleransi yang lebih tinggi dari polyester film
capacitor. Pada umumnya nilai kapasitansi dari komponen ini tidak akan
berubah apabila dirancang disuatu sistem dimana frekuensi yang
melaluinya lebih kecil atau sama dengan 100KHz. Pada gambar disamping
ditunjukkan kapasitor polypropylenedengan toleransi ±1%.
- Kapasitor Mika
Jenis
ini menggunakan mika sebagai bahan dielektriknya. Kapasitor mika
mempunyai tingkat kestabilan yang bagus, karena temperatur koefisiennya
rendah. Karena frekuensi karakteristiknya sangat bagus, biasanya
kapasitor ini digunakan untuk rangkaian resonansi, filter untuk
frekuensi tinggi dan rangkaian yang menggunakan tegangan tinggi
misalnya: radio pemancar yang menggunakan tabung transistor. Kapasitor
mika tidak mempunyai nilai kapasitansi yang tinggi.
- Polystyrene Film Capacitor
Tipe
ini tidak bisa digunakan untuk aplikasi yang menggunakan frekuensi
tinggi, karena konstruksinya yang sama seperti kapasitor elektrolit
yaitu seperti koil. Kapasitor ini baik untuk aplikasi pewaktu dan filter
yang menggunakan frekuensi beberapa ratus KHz. Komponen ini mempunyai 2
warna untuk elektrodanya, yaitu: merah dan abu – abu. Untuk yang merah
elektrodanya terbuat dari tembaga sedangkan warna abu – abu terbuat
dari kertas alumunium.
- Electric Double Capacitor (Super Capacitor)
Jenis
kapasitor ini bahan dielektriknya sama dengan kapasitor elektrolit.
Tetapi bedanya adalah ukuran kapasitornya lebih besar dibandingkan
kapasitor elektrolit yang telah dijelaskan di atas. Biasanya mempunyai
satuan F. Gambar bentuk fisiknya dapat dilihat di samping, pada gambar
tersebut kapasitornya memiliki ukuran 0.47F. Kapasitor ini biasanya
digunakan untuk rangkaian power supply.
- Trimmer Kapasitor
Kapasitor
jenis ini menggunakan keramik atau plastik sebagai bahan
dielektriknya. Nilai dari kapasitor dapat diubah – ubah dengan cara
memutar sekrup yang berada diatasnya. Didalam pemutaran diharapkan
menggunakan obeng yang khusus, agar tidak menimbulkan efek kapasitansi
antara obeng dengan tangan.
- Tuning Capacitor
Kapasitor
ini dinegara Jepang disebut sebagai “Varicons”, biasanya banyak sekali
digunakan sebagai pemilih gelombang pada radio. Jenis dielektriknya
menggunakan udara. Nilai kapasitansinya dapat dirubah dengan cara
memutar gagang yang terdapat pada badan kapasitor kekanan atau kekiri.
D. Syombol
E.Cara Membaca Kapasitor
- Cara Membaca Elco
Misalnya dibadan ELCO tertera tulisan 10uF/16v berarti ELCO tersebut memiliki ukuran 10 mikro farad dan tegangan kerjanya maksimal 16v. Jika tegangan yang diberikan lebih besar dari tegangan kerja maka ELCO akan rusak. Sisi ELCO yang terdapat tanda panah menunjukkan kaki disisi tersebut adalah kaki negatif.
- Cara Membaca Kapasitor Keramik / Mika / Mylar
Misalnya di badan kapasitor tersebut tertera tulisan 103 artinya :
• Angka I : melambangkan angka
• Angka II : melambangkan angka
• Angka III : melambangkan jumlah nol & ukurannya dalam piko Farad.
Jadi nilai kapasitor tersebut adalah 10.000 pF = 10 nF = 0,01uF.
No comments:
Post a Comment